Diet Anak Autisme

(Sumber  Catatan Rinto|Catatan tentang Rinto )

Diet Anak Autisme

Seorang Okupasi Terapis sering kali ditanya oleh orang tua anak autisme tentang perlu tidaknya menjalani diet casein dan gluten. Memang sih, okupasi terapi tidak punya kompeten dalam hal ini. Tapi alangkah baiknya jika kita mengetahui tentang diet untuk anak autisme. Untuk lebih detailnya tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional yang menguasai bidangnya, yaitu Ahli Gizi ataupun dokter yang menguasai perihal diet anak autisme.
Pada dasarnya terapi diet
yang terpenting adalah menghilangkan sumber peptide dari casein (susu sapi/domba) dan gluten (gandum). Berikut adalah penjelasannya:
a. Menghilangkan Casein. Casein adalah fosfo-protein yang terdapat dalam susu. Cara penerapan diet dengan menghilangkan segala sesuatu dari susu (susu sapi, kambing, susu bubuk, skim, mentega, keju, krim, laktosa, cottage, dll). Efek yang terlihat tergantung dari umur si anak, semakin muda biasanya semakin cepat. Pada 1995, Lucarelli melakukan penelitian dan hasilnya 66% dari 36 pasien autisnya mengalami perbaikan perilaku setelah diberi terapi bebas susu selama delapan bulan. Dalam kurun waktu tertentu efek samping dari diet tetap ada seperti penurunan berat badan, tetapi pada akhir minggu ke-3 hat tersebut akan membaik.

b. Menghilangkan Gluten. Berarti menghilangkan protein (prolamin) dari jenis gandum-ganduman, misalnya wheats, barley, bulgur dan oats. Terutama bagi orang Barat, karena makanan pokok mereka adalah cereal yang notabene berasal dari gandum. Sedangkan Indonesia tergantung dari nasi, jadi untuk melakukan diet gluten tidak begitu kesulitan. Tahun 1999, Whiteley (Inggris) melakukan percobaan pengurangan kadar peptide dalam urin, dan hasilnya 26% saja dalam 5 bulan. Mengapa hanya sedikit? Secara ya, peptide sering masuk ke dalam jaringan tubuh. Peptide yang sedemikian banyak akan disimpan dalam jaringan lemak. Makin tua umur anak maka semakin banyak yang diserap, jadi lebih sulit untuk membuangnya.

Menghilangkan gluten dari makanan efek yang ditimbulkan tidak langsung wah alias dramatis, kecuali pada anak yang masih kecil. Biasanya terlihat dalam 3 – 4 minggu, dan sebaiknya diet dilakukan paling sedikit selama 3 bulan.

Source:
Lucarelli, S et al. 1995. Food Allergy and Infantile Autism. Panminerva Medica.
Whiteley, P; Rodgers, J; Svery, D & Shattock, P. 1999. A Gluten Free Diet as Intervention for Autism and Associated Disorder: Preliminary Finding Autism.
International Journal of Research and Practice.

2 Responses to Diet Anak Autisme

  1. Rinto mengatakan:

    makasih udah di muat di sini, lumayan mendatangkan trafik ke blog aku..he…he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: