Ahli Belanda Paparkan Teknik Atasi Banjir Sempat Lihat Polder Air Hitam, Gang Nibung dan Waduk Benanga

saat banjir di bundaran vorfoo lembuswana samarinda(by johan amin)

saat banjir di bundaran vorfoo lembuswana samarinda(by johan amin)

banjir di jl.Pembangunan,semoga tidak terjadi lagi (by johan amin)

banjir di jl.Pembangunan,semoga tidak terjadi lagi (by johan amin)

Rabu, 8 April 2009


Ahli    Belanda Paparkan Teknik Atasi Banjir

Sempat Lihat Polder Air Hitam, Gang Nibung dan Waduk Benanga (sumber Sapos samarinda)

Gang nibung yang di tinjau team ahli belanda ( by johan amin)

Gang nibung yang di tinjau team ahli belanda ( by johan amin)

Gang nibung samarinda (by johan amin,doc)

Gang nibung samarinda (by johan amin,doc)

jl. dr.soetomo sekitar gang nibing terlihat kumuh (by johan amin)

jl. dr.soetomo sekitar gang nibing terlihat kumuh (by johan amin)

SAMARINDA. Kedatangan rombongan ahli banjir asal Belanda di hadapan Bappeda Kaltim dan sejumlah perwakilan dari Pemkot Samarinda, Balikpapan, Bontang, Pemkab Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar) kemarin siang, mampu memberikan sedikit inspirasi mengenai teknis penanggulangan banjir di Kaltim.Pasalnya, rombongan yang dikirim oleh Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia Nikolaos van Dem, memaparkan sejumlah data teknis mengenai penanggulangan banjir yang sudah mereka lakukan di Jakarta dan Semarang.

Rombongan ahli banjir Belanda tersebut dipimpin Elmar Bouma sebagai Director of Netherlands Water Partnership Indonesia (NWPI). Sebuah organisasi rekanan antarnegara yang didirikan oleh Belanda untuk membantu masalah banjir di Indonesia.

Mereka berbicara di hadapan peserta audiensi dengan dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Ir Rusmadi. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Tepian, lantai 2 Kantor Gubernur Jl Gadjah Mada, Samarinda.

“Kedatangan tim ahli dari Belanda ini untuk memberikan advice (nasehat, Red) mengenai permasalahan banjir yang kian lama kian mengkhawatirkan di Kaltim. Setelah pertemuan ini, mereka akan langsung meninjau Polder Air Hitam dan dijadwalkan juga akan meninjau Gang Nibung serta Waduk Benanga,” ungkap Rusmadi.

Sesi pertama disampaikan oleh perwakilan Pemkot dan Pemkab yang hadir saat itu. Bisa disimpulkan, dari semua penyebab banjir di daerah adalah pertambangan, sedimentasi atau pengendapan lumpur dan deforestation atau penggundulan hutan.

Selanjutnya, paparan teknis pertama dari pihak Belanda disampaikan oleh Aart van Nes yang merupakan Chairman dari NWPI. Dia menyampaikan tentang simulasi dan skema pengelolaan air di Jakarta lewat sejumlah contoh gambar dan video.

“Penekanannya ada pada pengelolaan bersama. Pembiayaan yang besar tidak hanya ditanggung oleh pemerintah tapi juga oleh masyarakat. Karena pengelolaan dan perawatan peripheral pencegah banjir dilakukan dengan tim yang dibentuk dari community (masyarakat, Red),” tutur Aart van Nes kemarin.

Paparan kedua yang tidak jauh berbeda disampaikan oleh Hilco Timmer dari Witteveen, sebuah konsultan teknik dari Belanda yang beroperasi secara internasional dalam bidang infrastuktur, air, lingkungan dan konstruksi. Hilco menyampaikan penjelasan mengenai pengelolaan banjir Sungai Banger di Semarang.

Kesimpulan awal, salah satu aspek yang berbeda dari penanggulangan banjir ala Pemkot dan Pemkab yang ada di Kaltim adalah adanya penekanan pada perawatan.

“Kita melihat perbedaannya, kita tidak hanya perlu sibuk membuat polder, tapi juga harus merawat dan menjaganya. Bahkan warga pun dilibatkan,” jelas Rusmadi sesaat sebelum menutup pertemuan. (lee)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: